“Kami menjadikan peringatan Maulid Nabi hari ini sebagai momentum peduli sesama, jika sebelumnya kegiatan rescue dan evakuasi, kini saatnya membersihkan lingkungan dan pelayanan kesehatan,” ujar Triwisaksana disela-sela kegiatan. Ia menjelaskan, dari 72 Posko Penanggulangan Banjir PKS saat ini jumlahnya sudah berkurang karena ketinggian air mulai surut di beberapa lokasi banjir. Ia menjelaskan kini tinggal 56 Posko yang tersebar di 42 kecamatan yang tetap berjalan dengan pelayanan kesehatan dan kegiatan bersih-bersih lingkungan.
Di Penjernihan PKS melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan lingkungan, pemberian bantuan dan pembersihan lingkungan dengan disinfektan. Seluruh kegiatan tersebut, menurut pria yang juga Wakil Ketua DPRD DKI ini, dibiayai secara mandiri oleh kader-kader PKS. “Kegiatan ini merupakan hal rutin yang kami lakukan, PKS akan selalu bersama masyarakat dalam keadaan suka atau duka, saat ada pemilu atau tidak ada pemilu, masyarakat bisa menjadi saksi akan hal itu,” ujar Sani.
Ia juga menegaskan kepada para kader yang melakukan apel sebelumnya agar mengerahkan seluruh potensi masyarakat untuk saling membantu bangkit dari bencana banjir yang cukup melantakkan kondisi Jakarta selama sepekan ini. “Menurut prakiraan, musim penghujan masih berlangsung hingga Maret, jadi kita harus selalu siaga dan mengajak masyarakat untuk bersatu menghilangkan sekat-sekat kelembagaan dan lainnya untuk bangkit dari kondisi menyedihkan ini,” ujar pria yang akrab disapa Sani ini.
Kegiatan bersih-bersih lingkungan dan kepedulian banjir tersebut diakhiri dengan Sholat Dhuhur bersama masyarakat, para tokoh dan jajaran aparat kelurahan dan kecamatan setempat.







0 komentar:
Posting Komentar