Wakil Ketua DPR RI Sohibul Iman mengadakan buka bersama dengan warga
negara Indonesia (WNI) di Malaysia. Acara yang dikemas dalam dialog
bertema 'Demokrasi dan Kesejahteraan Rakyat' ini juga dihadiri Duta
Besar (Dubes) Indonesia untuk Malaysia Herman Prayitno dan Ketua Biro
Hubungan Luar Negeri (BHLN) DPP PKS Taufik Ramlan.
Sohibul, dihadapan 300 WNI mengatakan demokrasi di Indonesia berandil
meningkatkan kesejahteraan. Dimulai dari UUD yang memberikan jaminan
sosial dengan lahirnya UU Sistem Jaminan Sosial Nasional. "Lalu
Jamkesnas dengan premi Rp 19 ribu, padahal sebelumnya Ikatan Dokter
Indonesia meminta Rp 60 ribu," ungkapnya Sabtu (20/7).
Sohibul berharap pemerintah ke depan lebih serius memperhatikan
kesejahteraan rakyat. Daya saing antarnegara yang makin kuat membutuhkan
daya saing rakyat yang makin kuat. Namun begitu, pria yang hafal UUD
1945 diluar kepala ini optimis Indonesia bisa berdaya saing dengan
negara lain.
Sementara itu Dubes Herman Prayitno curhat soal perlindungan Tenaga
Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Setiap hari, ujar Herman, setidaknya
ada 20 TKI bermasalah di negeri Jiran. Pun begitu dalam masa
kepemimpinannya yang baru 10 bulan, belum ada TKI yang divonis hukuman
mati. "Ini kemajuan," ujarnya.
Kegiatan ini terselenggara berkat peran Pusat Informasi dan Penerangan
(PIP) PKS Malaysia. Taufik Ramlan Widjaya mengatakan peran PIP PKS
adalah jembatan informasi partai sekaligus membantu peranan WNI di luar
negeri. Taufik juga mengusulkan adanya dapil khusus luar negeri agar
permasalahan WNI dapat terselesaikan dengan baik. "Karena anggota
lagislatif wajib berkontribusi termasuk untuk WNI di luar negeri,"
ujarnya seperti dalam keterangan pers.








0 komentar:
Posting Komentar