Jakarta (Liputan6com) : Nyawa terus meregang dalam pertumpahan
darah di Mesir. Sudah 278 (??) orang tewas dalam bentrokan antara
pendukung Presiden Mesir terguling Mohammed Morsi dengan pasukan
keamanan.
Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq yang membidangi Hubungan Luar Negeri
dan Pertahanan meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk
menarik mundur Duta Besar RI di Kairo sebagai bentuk protes atas
kekejaman militer Mesir yang telah merusak demokrasi.
"Presiden SBY sebaiknya tarik Dubes RI di Kairo sebagai bentuk protes
terhadap aksi pembantaian brutal yang dilakukan militer mesir terhadap
demonstran warga sipil di Kairo," kata Mahfudz kepada Liputan6.com di
Jakarta, Kamis (15/8/2013).
Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan, penarikan itu
juga sebagai sinyal pemerintahan hasil kudeta tidak legitimate. Apalagi
Wakil Presiden Mesir Mohamed Elbaradai sudah mengundurkan diri karena
menolak tindakan militer di negaranya.
"Penarikan dubes ini menjadi penting untuk ikut mendorong reaksi dunia
internasional, apalagi Indonesia diakui sebagai barometer negara muslim
demokratis," ujar Mahfudz.
Jika pemerintah Indonesia melalui SBY tidak bersikap tegas terhadap
pembantaian militer terhadap sipil di Mesir itu, lanjut dia, maka
artinya pemerintah Indonesia secara diam-diam memberikan dukungan
terhadap kudeta rezim militer yang menjungkirbalikkan hasil pemilu
demokratis Mesir.
"Dan Bali Democracy Forum yang digagas Indonesia selama ini hanyalah
etalase mewah untuk panggung retorika para kepala negara. Indonesia
sebagai negera muslim demokratis terbesar di dunia sangat ditunggu sikap
dan peran konkretnya saat ini," tukas Mahfudz. (Sss)
*http://news.liputan6.com/read/665400/dpr-protes-mesir-berdarah-sby-harus-tarik-mundur-dubes








0 komentar:
Posting Komentar