Salah seorang wanita yang menjadi korban trafficking kini nasibnya sangat memprihatinkan. Gadis belia asal Jagakarsa, Jakarta Selatan itu pada awalnya ditawari sebuah pekerjaan di Malaysia oleh seorang wanita yang dikenalnya dengan sebutan "tante". Korban yang mengaku terdesak kebutuhan untuk segera membayar tunggakan cicilan motornya, pada akhirnya menerima tawaran si tante. Namun alih-alih mendapatkan pekerjaan yang diharapkan, Si korban dijual ke sebuah panti pijat plus-plus di daerah Puchong Jaya, Kuala Lumpur dan dijadikan sebagai Penyandang Masalah Kerawanan Sosial (PMKS).
Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Adil Sejahtera, Fitri Harahap yang menjadi kuasa hukum keluarga korban menyatakan bahwa kepergian korban ke Malaysia tanpa sepengetahuan keluarga. Pihak Keluarga mengetahui korban berada di Malaysia dan dijadikan sebagai PMKS melalui SMS yang dikirimkan korban kepada kakaknya. Pihak keluarga kemudian mengadukan hal tersebut dan meminta bantuan hukum kepada LBH Adil Sejahtera.
"Di tempat itu, korban dijadikan sebagai PMKS dan dipaksa melayani laki-laki hidung belang 3-4 orang setiap harinya," tegas Fitri dalam rilisnya, Kamis (24/7). Menurutnya, kondisi menyedihkan yang dialami korban ini merupakan gambaran kondisi akut kejahatan perdagangan perempuan Indonesia yang dijual ke panti-panti pijat terselubung baik di dalam negeri maupun luar negeri dengan modus agen penyaluran tenaga kerja.
"Ini merupakan kejahatan luar biasa dan karenanya harus ditangani serius oleh pemerintah dengan upaya yang luar biasa pula," pungkasnya.
Sumber: LBH Adil Sejahtera
0 komentar:
Posting Komentar